Dari Penghargaan ke Penguatan Tata Kelola RSUD Tora Belo di Tangan Bupati Sigi
14 Feb 2026 • Penulis: Ahmad
Prestasi patut diapresiasi, namun keberlanjutan tata kelola yang bersih dan akuntabel tetap menjadi fondasi utama pelayanan publik. Pesan itu mengemuka setelah RSUD Tora Belo meraih Quantum Claim Speed Award dari Jasa Raharja atas kecepatan dan akurasi pelayanan klaim korban kecelakaan.
Penghargaan yang diumumkan pada Selasa, 10 Februari 2026, tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sigi. Ia menandai capaian administratif dan sinergi antarlembaga yang berjalan efektif. Namun lebih dari sekadar seremoni, penghargaan ini juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat sistem pengelolaan rumah sakit milik pemerintah daerah.
Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses peningkatan layanan kesehatan.
“Alhamdulillah, ini yang menjadi harapan kami. Bagaimana pelayanan terutama di bidang kesehatan menjadi fasilitas dan harapan masyarakat,” ujar Rizal usai kunjungan kerja di Dolo Barat, Jumat (13/2/2026).
Menurut dia, capaian tersebut perlu diterjemahkan dalam penguatan kualitas layanan secara menyeluruh dari Unit Gawat Darurat hingga ruang perawatan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan hanya berhenti pada penghargaan. Ini harus menjadi penyemangat untuk meningkatkan lagi tingkat pelayanan,” katanya.
Menjaga Konsistensi Tata Kelola
Direktur RSUD Tora Belo, dr. Diah Ratnaningsih, menyampaikan bahwa penghargaan itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama, bukan hanya direksi. Dukungan sarana prasarana dan kebijakan dari Bapak Bupati juga sangat menentukan,” ujarnya.
Penilaian Jasa Raharja menempatkan RSUD Tora Belo unggul dalam tiga aspek utama: digitalisasi layanan melalui aplikasi JR Care, penyelesaian klaim kurang dari 24 jam setelah berkas lengkap, serta koordinasi antarlembaga yang efektif.
Capaian tersebut menunjukkan kapasitas manajerial yang semakin tertata. Ke depan, konsistensi menjadi kunci terutama dalam menjaga transparansi anggaran, akuntabilitas manajemen, serta standar pelayanan yang merata di setiap unit. Prinsip good governance bukan sekadar istilah administratif, melainkan komitmen sistemik yang tumbuh melalui praktik yang terbuka dan terukur.
Dari Cepat Menuju Tepat dan Berkelanjutan
Bupati Rizal menyampaikan apresiasi atas dedikasi manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Tora Belo dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
“Saya bersyukur dan berterima kasih. Ini bukti pelayanan bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya
Kecepatan pelayanan menjadi indikator penting, namun kualitas layanan yang berkeadilan dan berintegritas tetap menjadi tujuan utama. Rumah sakit daerah bukan hanya institusi pelayanan, tetapi juga representasi hadirnya negara dalam menjamin hak kesehatan warga.
dr. Diah menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan dijadikan pijakan untuk memperkuat budaya kerja.
“Ini menjadi motivasi agar budaya kerja cepat, tepat, dan tanggap terus kami jaga,” tuturnya.
Bagi masyarakat Sigi, harapan terhadap RSUD Tora Belo terletak pada kesinambungan pelayanan yang bermartabat dan profesional. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras kolektif tenaga medis, perawat, serta seluruh unsur manajemen. Dengan komitmen berkelanjutan dan dukungan pemerintah daerah, RSUD Tora Belo berpeluang memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga konsisten menghadirkan pelayanan yang humanis, transparan, dan terpercaya.
Editor: Redaksi Interkini.co
Penghargaan yang diumumkan pada Selasa, 10 Februari 2026, tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sigi. Ia menandai capaian administratif dan sinergi antarlembaga yang berjalan efektif. Namun lebih dari sekadar seremoni, penghargaan ini juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat sistem pengelolaan rumah sakit milik pemerintah daerah.
Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses peningkatan layanan kesehatan.
“Alhamdulillah, ini yang menjadi harapan kami. Bagaimana pelayanan terutama di bidang kesehatan menjadi fasilitas dan harapan masyarakat,” ujar Rizal usai kunjungan kerja di Dolo Barat, Jumat (13/2/2026).
Menurut dia, capaian tersebut perlu diterjemahkan dalam penguatan kualitas layanan secara menyeluruh dari Unit Gawat Darurat hingga ruang perawatan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan hanya berhenti pada penghargaan. Ini harus menjadi penyemangat untuk meningkatkan lagi tingkat pelayanan,” katanya.
Menjaga Konsistensi Tata Kelola
Direktur RSUD Tora Belo, dr. Diah Ratnaningsih, menyampaikan bahwa penghargaan itu merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama, bukan hanya direksi. Dukungan sarana prasarana dan kebijakan dari Bapak Bupati juga sangat menentukan,” ujarnya.
Penilaian Jasa Raharja menempatkan RSUD Tora Belo unggul dalam tiga aspek utama: digitalisasi layanan melalui aplikasi JR Care, penyelesaian klaim kurang dari 24 jam setelah berkas lengkap, serta koordinasi antarlembaga yang efektif.
Capaian tersebut menunjukkan kapasitas manajerial yang semakin tertata. Ke depan, konsistensi menjadi kunci terutama dalam menjaga transparansi anggaran, akuntabilitas manajemen, serta standar pelayanan yang merata di setiap unit. Prinsip good governance bukan sekadar istilah administratif, melainkan komitmen sistemik yang tumbuh melalui praktik yang terbuka dan terukur.
Dari Cepat Menuju Tepat dan Berkelanjutan
Bupati Rizal menyampaikan apresiasi atas dedikasi manajemen dan tenaga kesehatan RSUD Tora Belo dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
“Saya bersyukur dan berterima kasih. Ini bukti pelayanan bisa dilakukan dengan cepat,” ujarnya
Kecepatan pelayanan menjadi indikator penting, namun kualitas layanan yang berkeadilan dan berintegritas tetap menjadi tujuan utama. Rumah sakit daerah bukan hanya institusi pelayanan, tetapi juga representasi hadirnya negara dalam menjamin hak kesehatan warga.
dr. Diah menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan dijadikan pijakan untuk memperkuat budaya kerja.
“Ini menjadi motivasi agar budaya kerja cepat, tepat, dan tanggap terus kami jaga,” tuturnya.
Bagi masyarakat Sigi, harapan terhadap RSUD Tora Belo terletak pada kesinambungan pelayanan yang bermartabat dan profesional. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras kolektif tenaga medis, perawat, serta seluruh unsur manajemen. Dengan komitmen berkelanjutan dan dukungan pemerintah daerah, RSUD Tora Belo berpeluang memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga konsisten menghadirkan pelayanan yang humanis, transparan, dan terpercaya.
Editor: Redaksi Interkini.co